rumah jiwa ku

July 27, 2006

“perjalanan”

Filed under: My Soul

perjalanan ini,
terasa sangat menyedihkan,
sayang engkau tak duduk disampingku, kawan………

 

aku punya catatan perjalanan sendiri yang berbeda denganmu…tidak harus sama kan? karena kita hidup memang akan lebih bermakna jika ada perbedaan-perbedaan. tetapi bukan karena perbedaan tersebut lantas merentangkan jarak selebar-lebarnya. wajar jika setiap orang mengingingkan yang terbaik dari catatan perjalanan kehidupannya, semisal punya keluarga yang harmonis, semua kebutuhan tercukupi, punya orang yang bisa mencintai dan dicintai seutuhnya, karir bagus dan alangkah sempurnanya lagi jika kita bertaqwa. tetapi semua itu pasti tidak ada yang terpenuhi dengan sempurna, selalu saja ada yang kurang dan tidak pernah cukup, katakanlah punya keluarga yang bahagia tetapi mungkin saja ia harus hidup dengan kondisi yang memprihatinkan, atau…katakanlah ia punya secuil bekal keimanan tetapi harus menghadapi cobaan yang berat atas dirinya.

 

katakanlah kalau dia jatuh cinta, itu wajar dan tidak salah, selain tentunya jatuh cinta itu hal yang manusiawi dan agamapun tidak melarangnya. tetapi kalau kemudian ia keluar dari rel yang sudah ditentukan, mungkin disinilah letak kesalahannya. tetapi, tentu bukan hal yang baik dan bijak jika harus meng judgenya dengan serta merta dengan mengatakan dia jahat atau sebutan lainnya.  bukan ingin membela diri atau apa, tapi sebenarnya letak kesalahan itu disadari oleh diri dan jiwa, sungguh, sebenarnya tidak ada orang yang bercinta-cita menggantungkan cintanya kepada orang yang tidak layak, disatu sisi ingin menginggalkannya tetapi disatu sisi takut kehilangan. darisinilah kemudian lahir perjanjian-perjanjian yang hanya aku dan dia yang tahu, ada beberapa ketentuan yang telah kami dahului dan itu hanya sedang menunggu proses, proses untuk mengakhiri semua itu menjadi biasa sepert semula kembali. ketika pelan-pelan kecemburuannya kurasakan semakin terasa, akupun merasakan bahwa sebenarnya bukan saja aku yang mencintainya, tetapi dia juga mencintaiku. pernah aku bertanya, tidak, tepatnya kami mempertanyakannya entah kepada siapa, kenapa kita baru bertemu sekarang? kenapa kita harus bertemu disaat waktu tidak bisa lagi menyatukan kita. kenapa kita harus saling jatuh cinta sementara kita tidak bisa saling memiliki, padahal bagiku cinta adalah juga memiliki, tidak hanya hati mu tetapi apa saja yang kumaui dari dirimu. aku ingin tanganmu, aku ingin lenganmu, aku ingin kaki mu….agar aku bisa mewujudkan totalitas dari rasa cintaku. tetapi…sekali lagi, mungkin sudah seperti ini garis kehidupanku, jatuh cinta padamu pada saat yang salah. pada saat seharusnya kau tidak pantas dicintai lagi, pada saat seharusnya kau bukan menjadi kekasihku tetapi sebagai yang lain, yang lainnya. bukan kekasih. tetapi, ketika kita harus menjadi  sepasang kekasih, apakah kita harus menyalahkan? aku tahu, kita menginginkan yang lain dari sebuah hubungan yang tidak pasti ini, tapi sampai kapan kita sanggup bersabar atas apa yang seharusnya tidka boleh kita lakukan, aku adalah manusia superbiasa pun dengan dirimu. karena itu aku menginginkan kelanjutan dari apa yang kita jalani selama ini, aku ingin ada akhir yang indah, yang sampai kapanpun kita tidak akan pernah berpisah. aku ingin suatu saat nanti, ketika aku sudah menemukan dirimu dalam diri orang lain, kita tetap bersama untuk saling berbagi cerita. karena aku tidak akan pernah bisa melupakan apa yang kau katakan kepadaku.

 

aku semakin merasa pertemuan kita semakin sulit saja, selalu ada aral yang membuat kita tidak bisa menebus rindu kita yang telah tersemai sejak setahun lebih. selama itu pulalah aku merasa bahwa cintaku semakin besar dan semakin besar. aku juga tahu kau mencintaiku, karena itu kau cemburu dan diam-diam masuk ke ‘kamar’ku untuk memeriksanya. aku suka itu, aku tidak melarangnya, lakukanlah sesukamu. karena sejak aku mengambil keputusan untuk memberikan kunci kamarku padamu, sejak saat itulah aku dan kau sudah tidak berhijab. tidak ada yang perlu disembunyikan, karena kau dan aku sama, kita satu. satu dalam rasa dan keinginan, satu dalam pengharapan dan penantian. mungkin orang lain menamakan ini dengan pengkhianatan, tetapi bagi kita mungkin ini adalah sesuatu yang akan membuat kita akan satu selamanya. bukan aku tidak mendengarkan apa yang mereka katakan, bukan aku tidak peduli pada nasehat mereka, mereka yang sangat menyayangiku, tetapi aku tidak sanggup memenuhi permintaan itu untuk sekarang, kau tahu…ada yang belum kita laksanakan dari janji setia kita. ada hukuman yang belum kurasakan atas ketikdak setiaanku padamu sesaat yang lalu, juga belum kau tunaikan janjimu atas teka teki kita yang dulu….barangkali aku perlu menceritakan sedikit pada mereka, kalau aku pun mengingingkan semua ini cepat berakhir, bukankah kemarin malam aku juga mengatakan begitu kepdamu? hanya saja waktu itu belum tepat untuk memangkas semuanya, ada yang belum kau ajarkan kepadaku, ada yang belum kau berikan kepadaku, dan ada yang belum aku berikan untukmu, dari totalitas itu….

 

perjalanan ini,
terasa sangat menyedihkan,
sayang engkau tak duduk disampingku, kawan………

July 24, 2006

Suami ku

Filed under: My Soul

kalau suamiku tidak menikah denganku

dia bukan suamiku tentu

aku kebetulan mencintainya

diapun mencintaiku

seandainyapun aku tidak mencintainya

dan dia tidak mencintaiku pula

dia tetap suamiku

karena ia menikah denganku

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M